[:en]

Atmosfir seminar semakin mencair, dengan banyaknya masukan dan pertanyaan maupun pernyataan dari peserta dan pemateri. Sehingga suasana diskusi sangat hidup. Ada yang menanggapi tidak setuju jika Bahasa Madura di Perdakan, dengan alas an masih banyak masyarakat minoritas Madura yang memiliki bahasa kultur sendiri seperti di Pulau-pulau yang ada di Sumenep.

Yang paling mengesankan adalah pernyataan salah satu peserta yang menyatakan “kita jangan terlalu bernostalgia dengan kebudayaan lama, harus ada modernisasi budaya tapi aksen Maduranya tetap ada dalam kebudayaan tersebut, kalau macopat, mamaca, dan ludruk tetap dikemas seperti itu, maka para generasi penerus kita pasti akan meninggalkan kebudayaan tersebut”.

Universitas Wiraraja Sumenep, mengharapkan dengan diselenggarakannya Seminar Lanskap Kebudayaan Madura ini, member rangsangan atau mengawali kebudayaan Madura yang lebih modern dan kreatif, agar generasi penerus tidak bosan terhadap kebudayaan lama. Cita-cita ini tidak akan tercapai dengan baik, jika tidak dukungan dari seluruh pihak, khususnya para pelaku budaya dan pemerintah.

Kegiatan seminar ini berlangsung selama 2,5 jam, dengan di akhiri pemberian cinderamata kepada seluruh narasumber dan keynote speaker dan dilangsungkan dengan ramah tamah.

[:]

(English) UNIJA MENGGELAR SEMINAR LANSKAP KEBUDAYAAN MADURA
Rate this post

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *