[:id]UKM Sanggar Cemara  Universitas Wiraraja kembali menorehkan prestasinya pada Ajang Brawijaya Festival 2017 Celebration yang diadakan oleh mahasiswa Universitas Brawijaya bertempat di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Sabtu, tanggal 28 Januari 2017

Sanggar Cemara mampu meraih Juara II di Festival Tari Tradisional dengan tema “Bergerak Pasti Tanpa Ragu Menjunjung Tinggi Budaya Sendiri”. Tari Berloberen adalah tari yang dipentaskan oleh UKM Sanggar Cemara, Tarian ini merupakan tarian yang mengangkat tradisi lokal masyarakat Sumenep, tepatnya masyarakat desa Saronggi yang dikenal dengan tradisi “NYADER” pada usai acara ada proses upacara adat yang bernama “BERLOBEREN” sebagai rasa syukur. “kami ingin memperkenalkan budaya di sumenep” kata Dhia pendamping lomba.

Alhamdulillah, kita bersyukur atas apa yang telah kita raih, juara II bukan hal yang mudah bagi kita, mengingat peserta lomba tari memang dari kalangan yang sudah berpengalaman dan dari sanggar-sanggar ternama, jelasnya. Dhia juga menegaskan, “kita hidup untuk berkarya bukan mencari hidup dari sebuah karya”.

“Saya bangga dengan UKM Sanggar cemara yang sudah memberikan yang terbaik untuk Universitas wiraraja” kata Nenny Purworini Pembina UKM Sanggar Cemara, Ia sempat merasa pesimis melihat kostum peserta lain jauh lebih bagus namun hal tersebut tidak mematahkan semangat mereka untuk bisa menampilkan yang terbaik, dengan hanya mengenakan kostum  sederhana yang mengusung kebudayaan Madura ini mampu meraih Juara 2 mengalahkan peserta lain terutama Universitas Negeri di Jawa Timur yaitu UNESA. “Bangga Wiraraja!!!” tegasnya. (frl/dhia)[:en]UKM Sanggar Cemara  Universitas Wiraraja kembali menorehkan prestasinya pada Ajang Brawijaya Festival 2017 Celebration yang diadakan oleh mahasiswa Universitas Brawijaya bertempat di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Sabtu, tanggal 28 Januari 2017

Sanggar Cemara mampu meraih Juara II di Festival Tari Tradisional dengan tema “Bergerak Pasti Tanpa Ragu Menjunjung Tinggi Budaya Sendiri”. Tari Berloberen adalah tari yang dipentaskan oleh UKM Sanggar Cemara, Tarian ini merupakan tarian yang mengangkat tradisi lokal masyarakat Sumenep, tepatnya masyarakat desa Saronggi yang dikenal dengan tradisi “NYADER” pada usai acara ada proses upacara adat yang bernama “BERLOBEREN” sebagai rasa syukur. “kami ingin memperkenalkan budaya di sumenep” kata Dhia pendamping lomba.

Alhamdulillah, kita bersyukur atas apa yang telah kita raih, juara II bukan hal yang mudah bagi kita, mengingat peserta lomba tari memang dari kalangan yang sudah berpengalaman dan dari sanggar-sanggar ternama, jelasnya. Dhia juga menegaskan, “kita hidup untuk berkarya bukan mencari hidup dari sebuah karya”.

“Saya bangga dengan UKM Sanggar cemara yang sudah memberikan yang terbaik untuk Universitas wiraraja” kata Nenny Purworini Pembina UKM Sanggar Cemara, Ia sempat merasa pesimis melihat kostum peserta lain jauh lebih bagus namun hal tersebut tidak mematahkan semangat mereka untuk bisa menampilkan yang terbaik, dengan mengenakan kostum  sederhana yang mengusung kebudayaan Madura ini mampu meraih Juara 2 mengalahkan peserta lain terutama Universitas Negeri di Jawa Timur yaitu UNESA. “Bangga Wiraraja!!!” tegasnya. (frl/dhia)

 [:]

PRESTASI TERUS DIRAIH SANGGAR CEMARA
Rate this post

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *